Khamis, 26 Julai 2012

Lebih kurang saja..

Satu petang di tepi pantai di bawah pokok kelapa nan sebatang kelihatan seorang pemuda yang baru balik dari kerja, dia berusaha keluar buat dakwah lagi dan lagi untuk merehatkan dirinya. Kelihatan dia melemparkan mata kail yang sudah ada umpan pon-pon ke laut. Tali pancing yang terikat di ibu jari kaki dibiar begitu. Sambil baring-baring pemuda itu membaca majalah. Tidak berapa lama kemudian pemuda itu menarik tali pancingnya, kelihatan seekor ikan bergerak2 minta tolong dilepaskan. Ikan dilepaskan dari mata kail. Dimasukkan ke dalam bekas. Cacing pon-pon yang masih bergerak2 minta tolong dilepaskan melekat di mata kail dilempar kembali jauh-jauh ke laut. Si pemuda sambung baring-baring sambil baca majalah.

          Begitulah setiap petang. Selepas dapat tiga atau empat ekor ikan dia akan pulang ke rumah. Tapi petang itu lain sikit...

          Seorang pakcik pakai spek hitam, berbaju kemeja dengan seluar kaki panjang   yang sejak tadi melihat si pemuda itu dari jauh datang dekat. Sampai dekat pokok kelapa nan sebatang dia menegur pemuda itu...

          “Anak tengah buat apa?”
          “Saja pakcik, rehat2 sambil baca majalah”

          “Anak baca majalah apa?”
          “Majalah biasa pakcik, majalah Islamic”.

“hujung kaki ada tali untuk apa?”
          “ooo ini tali pancing pakcik, sambil2 rehat dapat tiga empat ekor ikan boleh buat lauk malam nanti”

          “kenapa tak memancing betul-betul di tengah laut sikit?”
          “untuk apa pakcik?”

          “supaya boleh dapat lebih banyak ikan untuk dijual, dapat untung boleh beli bot untuk tangkap ikan?”
          “untuk apa pakcik?”

          “supaya boleh dapat lebih banyak lagi  ikan untuk dijual, dapat untung lagi banyak boleh beli bot besar tangkap ikan di laut dalam?”                      
          “untuk apa pakcik?”

          “oooh supaya anak boleh jadi bos tak payah tangkap ikan cuma tengok2 pekerja buat kerja tangkap ikan yang laaagi banyak?”                                             
          “untuk apa pakcik?”

          “oooh supaya makin kaya dan beli bot banyak2 lepas tu boleh besarkan perniagaan eksport ikan ke seluruh dunia jadi nelayan berjaya?”                              
          “lepas tu untuk apa pulak pakcik?”

          “oooh bila kamu sudah berjaya jadi orang kaya, kamu tak perlu buat kerja hanya buat sedikit management kemudian kamu boleh pergi melancong di Hawaii”
          “nanti di Hawai apa saya perlu buat pakcik?”

          oooh my dear…nanti di Hawaii kamu boleh rehat2 di bawah pokok kelapa di tepi pantai ”
          owh my pakcik…sekarang ini pun saya sedang rehat2 di bawah pokok kelapa di tepi pantai.”
          “Pakcik, untuk saya pegi Hawaii rehat2 di bawah pokok kelapa di tepi pantai banyak proses yang perlu saya lalui, mungkin juga saya mati dan x sempat sampai tahap tu. Dan sekarang ini pun saya sedang rehat2 di bawah pokok kelapa di tepi pantai”

           Sebentar kemudian, selepas dapat tiga empat ekor ikan si pemuda bersiap pulang ke rumah, bersiap untuk solat maghrib dan 5 amal maqomi....nak tau apa 5 amal maqomi? ha inilah kerja setiap lelaki beriman di akhir zaman. Nak tau? Ikut keluar 3 Hari....
(Kisah ini hanyalah tamsilan yang saya dengar daripada bayan seorang pelajar madrasah, Jemaah Kelate yg keluar di halqah saya...saya edit sedikit)

          Orang kaya orang miskin lebih kurang saja...orang kaya lebih pun x lebih, orang miskin kurang pun x kurang...lebih kurang saja. Orang kaya kalau sakit. Contoh. Dia pergi hospital swasta bayar mahal2. Orang miskin kalau sakit dia pergi klinik kerajaan hanya bayar seringgit. Orang kaya makan semangkuk bubur ayam di hotel 5 bintang bayar RM100. Orang miskin belanja RM100 makan bubur ayam di rumah dengan anak isteri sempat lagi sedekah kepada jiran tetanggah. Lebih kurang saja...

          Semua makhluk adalah fakir @miskin @papakedana hanya Allah swt Yang Maha Kaya. Laailaha Illallah...

Kekayaan sebenar adalah sifat Qana`a...

Ahad, 15 Julai 2012

Hari ni Gasht kedua saya



Hari ni hari raya untuk aku...maksud saya hari gasht kedua...orang lama cakap hari gasht ni kita kena anggap macam hari raya...kalau hari raya semuaaa orang gembira....hari ni hari raya aku dan juga rakan seusaha di mohalla ku...tempatnya: Zombie Kg Pisang , masanya: solat maghrib di Kg Pisang...

hu hu hu.... (ya Allah maafkan aku...)

Skrg saya dalam bilik bangunan hotel ini, jarak lebih kurang 400 km dari mohalla sebab ada keperluan....saya  x dpt hadir G2 sebab esok ada meting di K.K.

hu hu hu.... (ya Allah maafkan aku...) 

Teringat kawan2 yg istiqomah p G2...smg Allah swt pilih motor honda ex5 si Zul , Kancil si Lajiman dll p G2..amin...

Orang lama kata kalau nak Allah swt mudahkan kita keluar jauh2 kena jaga 5 amal......

5 amal ni lah hobi orang yg beriman yang berusaha atas iman.....
Semoga Allah swt kekalkan saya dan semua rakan2 seusaha dlm kerja yg mulia ini...amin.

Bulan depan p IPB....takat ni saya dan 2 sahabt dah bagi azam confirm InsyaAllah.....(tiket ke KL dh beli)




Menurut sejarah, Allah swt telah keluarkan unta yang hamil zaman Nabi Salleh dari batu yang pejal.












Khamis, 5 Julai 2012

Kehidupan Buruh Kanak-Kanak Bangladesh

Azam IPB 25 Ogos 2012
- Cuti dah submit 
- Semoga Allah swt mudahkan...amin

copy & paste from 7wolu


Banyak dari anak-anak Bangladesh pada usia 5 – 15 tahun terlibat dalam berbagai pekerjaan kasar dan berbahaya di pabrik pabrik maupun di luar pabrik. Di bawah ini terdapat foto-foto profil buruh anak-anak Bangladesh yang diambil gambarnya pada tahun 2008

http://7wolu.blogspot.com/

Shilu bekerja memisahkan batu-batuan dan pasir dengan alat ayakan di tepi sungai Piyan, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Anak-anak mengangkat keranjang berisi batu yang berat di atas kepalanya ditepi sungai Piyan, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Anak-anak dari daerah pedesaan Gaibandha bekerja di pabrik pembuatan batu bata di kota Dhaka, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Anak-anak bekerja di pabrik batu bata di Fatullah, Bangladesh. Untuk 1.000 batu bata yang berhasil mereka bawa, mereka diberi upah 0,9 dolar AS

http://7wolu.blogspot.com/

Gadis cilik ini sedang bekerja menumbuk batu bata di sebuah pabrik batu bata di Dhaka, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Jasmine7 tahun, mengumpulkan sampah di pagi hari. Sekitar 5.000 ton sampah dan 1.000 orang pemulung mencari nafkah di tempat ini setiap harinya.

http://7wolu.blogspot.com/

Alamin 8 tahun, seorang buruh anak, sedang makan siang di tempat pembuangan sampah dimana ia bekerja.

http://7wolu.blogspot.com/

Seorang buruh anak mengumpulkan batu dari dasar sungai Piyain, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Seorang buruh anak sedang mengayak pasir dan batu krikil yang dipungut dari dasar sungai, di dermaga Bhollar di tepi sungai Piyain, Bangladesh. Sedikitnya 10.000 orang, termasuk 2.500 perempuan dan lebih dari 1.000 anak terlibat dalam pekerjaan tersebut. Suplai bahan-bahan bangunan seperti batu dan pasir, dan semen, sangat langka di Bangladesh, sehingga harganya sangat tinggi. Namun para buruh pengumpul batu krikil dan pasir tersebut, hanya menerima upah sekitar 150 taka (kurang dari 2 dolar AS per hari

http://7wolu.blogspot.com/

Buruh anak sedang bekerja disebuah pabrik tekstil di Dhaka, Bangladesh. Sudah umum bagi anak-anak yang orang tuanya miskin bekerja di tempat yang berbahaya serta banyak menggunakan buruh, untuk membantu keluarganya. Rata-rata buruh anak-anak mendapat penghasilan antara 400 – 700 taka (sekitar 5 – 9 dolar AS per bulan sedang buruh dewasa bisa berpenghasilan sampai 5.000 taka (sekitar 60 dolar AS) per bulan

http://7wolu.blogspot.com/

Seorang anak sedang menjemur ikan di pulau Sonadia, Patukhali, Bangladesh. Ikan kering merupakan makanan Bengali yang digemari, dan lebih dari 50.000 buruh laki-laki, perempuan dan anak-anak dipekerjakan di industri ikan kering di daerah pesisir. Sekitar 300 ton ikan kering diproduksi setiap musimnya, yang dimulai bulan Nopember hingga April.

http://7wolu.blogspot.com/

Beberapa buruh anak sedang bekerja di tempat pembuatan balon di Khamrangir Char, di pinggiran kota Dhaka, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Bocah ini bekerja membuat komponen logam di sebuah pabrik di Dhaka, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Ia telah bekerja di pabrik selama 2 tahun terakhir, dalam kondisi berbahaya, dan hanya mendapat makan 2 kali sehari.

http://7wolu.blogspot.com/

Buruh anak-anak sedang beristirahat di sebuah pabrik panci perak di Dhaka, Bangladesh. Selama seminggu bekerja, mereka mendapatkan upah 200 taka (kurang dari 3 dolar AS), bekerja hampir 10 jam dari pagi sampai larut sore

http://7wolu.blogspot.com/

Ali 13 tahun. Dia juga bekerja di pabrik pembuatan panci di Dhaka. Dia bekerja 10 jam setiap harinya dengan kondisi kesehatan yang membahayakan dan hanya mendapatkan upah 3 dolar AS per minggu

http://7wolu.blogspot.com/

Shaifur 10 tahun, bekerja di pabrik kunci tanpa pengaman masker

http://7wolu.blogspot.com/

Seorang buruh anak bekerja di pabrik panci aluminium di Dhaka, Bangladesh.

http://7wolu.blogspot.com/

Jainal bekerja di pabrik pembuatan panci. Dia telah bekerja di pabrik selama 3 tahun. Dia bekerja mulai pukul 9 pagi sampai pukul 6 sore dan mendapatkan upah sebesar 10 dolar AS (sekitar Rp 94.000) per bulan

http://7wolu.blogspot.com/

Dua buruh anak-anak sedang makan siang saat istrihat di sebuah pabrik dimana mereka bekerja.

http://7wolu.blogspot.com/

17,5 persen dari anak-anak di usia 5-15 tahun di Dkaha (tahun 2006) terlibat dalam kegiatan ekonomi. Banyak dari anak-anak yang terlibat dalam berbagai pekerjaan berbahaya di pabrik pabrik

Bersyukurlah anak-anak di Indonesia dilarang dipekerjakan sebagai buruh !

Mereka dilindungi oleh undang-undang perlindungan anak.

Rabu, 4 Julai 2012

TABLIGH, POLITIK, ISLAM...

Alhamdulillah hari ini ramai saudara kita yang bangun memperjuangkan Islam, MALANGNYA (ingat malang tidak berbau) terdapat ketidaksefahaman disebabkan berlainan Kampung, Kumpulan Nasyid, Gerakan atau Parti Politik. Keadaan ini telah membawa kepada perbuatan memaki, menghina dan bla bla bla golongan yang tidak sefahaman dan sehaluan dengan mereka. Nabi saw telah beri peringatan kpd kita semua dalam hadis yg mafhunnya lebih kurang "TIDAK SEMPURNA IMAN KAMU SEHINGGA KAMU MENGASIHI SAUDARA KAMU SEBAGAIMANA KAMU MENGASIHI DIRI KAMU SENDIRI".

Untuk lebih lebih cerah lagi marilah kita baca artikel POLITIK VS SYURA oleh al-alostari ( klik la sini ).....atau sini!



Hebatnya Allah swt ...dgn binatangpun kita boleh sayang...

Isnin, 2 Julai 2012

Ijtimak dah habis...

26.06.2012 , lepas solat subuh terus bayan hidayat dan doa penutup ijtimak oleh eldes...

...doa yang panjang disambut dengan amin dan airmata....tangisan  sedih, hiba....

30 jem utk 4 bulan, 2 bulan dan 40 hari dikeluarkan....

peristiwa sedih pagi itu disaksikan oleh lebih kurang 7K hadirin...

Yang pergi, bermujahadah tinggalkan sementara semua yang disayangi....untuk agama,,

Yang tinggal...ada tugas /t.jawab yg perlu dibereskan di mohalla masing-masing...

....kerana Allah swt telah letakkan t/jawab kerja kenabian di bahu setiap individu umat ini...kemuliaan umat...mahkota segala kerja...











Jumaat, 11 Mei 2012

Doa Ijtima'


Ya Allah Ampunkan Dosa-Dosa Kami

Ya Allah Tutupkanlah Kesalahan-Kesalahan Kami

Ya Allah Tukarkanlah Keburukan-Keburukan Kami

 Kepada Kebaikan-Kebaikan



Ya Allah Engkau Masukkan Hakikat Iman Dalam Hati Kami

Ya Allah Engkau Kurniakan Sifat-Sifat Iman Dalam Diri Kami



Ya Allah Engkau Kurniakan Pengikhtirafan Mu Pada Kami

Ya Allah Kurniakan Kami Hubungan Yang Khusus Dengan Dzat Mu

Ya Allah Engkau Milik Kami Dan Kami Milik Mu Ya Allah



Ya Allah Bantu Kami Dengan Amalan-Amalan Yang Engkau Redhai

Ya Allah Tetapkan Kami Dengan Amalan-Amalan Yang Engkau Redhai

Ya Allah Kurniakan Istikhlas Dan Istiqomah



Ya Allah Engkau Satukan Umat Ini Dengan Usaha Dakwah

Ya Allah Engkau Jadikan Setiap Individu Umat ini Daee Agama Mu

Ya Allah Kurniakanlah Kepedihan Atas

Keruntuhan Agama Dalam Hati-Hati Umat Ini



Ya Allah Engkau Gunakan Setiap Kemampuan-Kemampuan

Kami Dalam Kerja Agama

Ya Allah Engkau Gunakan Umat Ini Untuk Buat
Pengorbanan Untuk Agama Mu

Ya Allah Engkau Kurniakan Hidayah Pada

Seluruh Umat



Ya Allah Engkaulah Yang Satu-Satunya Yang

Membuat Tarbiah Hakiki

Tarbiah Mu lah Yang Hakikat Tarbiah

Ya Allah Tarbiahlah Umat Ini Dengan Sebaiknya

Ya Allah Engkau Kurniakan Kami Dengan

Kehidupan Sunnah Nabi s.a.w.



Ya Allah Engkau Hidupkan Kehidupan Sunnah Nabi s.a.w. Pada Umat

Ya Allah Engkau Kurniakan Kebencian Dalam

Hati Kami Cara Kehidupan Orang Kafir Dan

Hidupkan Sunnah-Sunnah Dalam Diri Kami



Ya Allah Keluarkan Sifat Kehaiwanan Dan

Tidak Berakhlak Dari Kami

Ya Allah Kurniakan Sifat Insaniah Dalam

Diri Kami



Ya Allah Tunjuklah Setiap Individu Umat Ini

Ya Allah Amkan Hidayat Pada Seluruh Umat



Ya Allah Luaskanlah Jalan-Jalan Hidayat

Ya Allah Tutupkanlah Pintu-Pintu Bathil

Ya Allah Hancurkanlah Suara-Suara Bathil

Ya Allah Engkau Gagalkanlah Rancangan-

Rancangan Bathil



Ya Allah Peliharalah Usaha-Usaha Agama Ini,

Rakan-Rakan Usaha Agama, Markas-Markas Usaha Agama,

Masjid-Masjid Buat Usaha Agama,

Madrasah-Madrasah Dan Semua Pergerakan-
Pergerakan Agama Yang Haq



Ya Allah Bantulah Kami Dengan Setiap
Langkah Kami

Ya Allah Tunjuklah Kami Dengan Setiap

Langkah kami

Ya Kurniakan Taufik Untuk Buat

Kebaikan-Kebaikan



Ya Allah Bantu Kami Dengan Usaha-

Usaha Agama Yang Penting



Ya Allah Kurniakan Keampunan, Tutupkan

Kesalahan-Kesalahan Kami, Mudahkanlah Kami



Ya Allah Kurniakanlah Ihsan Mu Pada Kami,

Ya Allah Mudahkan Urusan Kami Dengan

Fadhil Mu



Ya Allah Tanamkan Keyakinan Atas Nusrah

Ghaib Mu Dalam Hati Kami Dan Engkau

Turunkan Nusrah Ghaib Mu Pada Kami



Ya Allah Di Mana Perlunya Hujan, Engkau

Turunkan Hujan Rahmat Mu ( 3 X )



Ya Allah Jangan Pandang Umat Ini Dengan

Pandangan Murka Mu, Lihatlah Umat Ini

Dengan Pandangan Ihsan Mu



Ya Allah Jadikan Umart Ini Menyesal Atas

Dosa-Dosa Yang Dilakukan Dan

Kurniakan Umat Ini Taufik

Untuk Bertaubat



Ya Allah Jangan Hindarkan Rahmat / Ihsan Mu

Pada Umat Ini

Ya Allah Kasihanlah Dan Rahmatilah Umat Ini,



Kau Turunkan Hujan RahmatMu ( 3 X )



Ya Allah Keluarkanlah Harapan Dalam Hati

Kami Pada Ghair, Kurniakan Kami Taufik Untuk

Mengambil Manfaat Terus Dari Zat Mu



Ya Allah Keluarkanlah Yakin Salah Pada

Makhluk Dalam Hati-Hati Kami Dan Tetapkan

Kami Dalam Mentaati Perintah-Perintah Mu



Ya Allah Pada Orang-Orang Yang Ada Masalah

Hutang, Engkau Bantulah Mereka Dengan

Pertolongan Ghaibmu Untuk Menyelesaikan

Masalah Mereka

Ya Allah Engkau Sembuhkanlah Orang-Orang

Yang Sakit

Ya Allah Engkau Keluarkanlah Kelemahan-

Kelemahan Zahir Dan Batin Kami

Ya Allah Engkau Kurniakanlah Kekuatan Zahir

Dan Batin Kami



Ya Allah Pada Mereka Yang Ada Masalah Mahkamah

Engkau Bebaskanlah Dari Masalah Mereka

Ya Allah Kurniakanlah Fikir Akhirat Dalam Hati-Hati Umat



Ya Allah Hapuskanlah Kelalaian Dalam Diri Kami

Ya Allah Kurniakanlah Fikir Akhirat Dalam

Hati Kami



Ya Allah Dengan IhsanMU / RahmatMu

Terimalah Doa Kami



Ameen Ya Rabbal Alameen



***


Selasa, 3 April 2012

menjawab tuduhan ilmuan wahabi

credit to: Anak Pendang Sekeluarga

Kitab Fadhilat Amal,versi baru,hasil pencerahan oleh ulama hadith Madrasah Miftahul Ulum,Sri Petaling.


Menjawab Tuduhan Ilmuan Wahabi ke atas Kitab Fadhilat Amal Maulana Muhammad Zakariyya (rahmatullah alaih)
Saya telah diminta oleh seorang rakan untuk menjawab tuduhan yang dilemparkan oleh Salafi-Wahhabi kepada Maulana Ilyas rah yang dikata sebagai pengasas firqah sesat Jemaah Tabligh dan kritikan dan tuduhan yang dilemparkan ke atas kitab tersebut.

[Tuduhan Pertama dari Ilmuan Wahabi ]

Nukilan ini dalam (kitab Fadhilat Zikir) menjelaskan amalan wirid kaum sufi dengan zikir/wirid kalimat “Laa ilaaha illallah” sebanyak 25 ribu kali setiap hari sekurang-kurangnya?!

Wallahu a'lam, penetapan “25 ribu kali” ini wujudkah sandarannya dari sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam?

Siapakah yang mampu mengamalkannya atau bagaimanakah cara mengamalkannya sehingga sebanyak 25 ribu kali ini?

Jawapan:

Penetapan 25 ribu kali ke atas adalah berdasarkan ayat Al Quran, ertinya:
dan orang-orang lelaki yang berzikir menyebut nama Allah dengan banyak dan perempuan yang berzikir, Allah menyediakan untuk mereka keampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab, 35)

dan -orang yang ingatlah Allah dengan banyak, dan bertasbihlah pada waktu pagi dan petang. (Al Ahzab, 41-42)

Bilangan 25 kali adalah termasuk dalam perintah berzikir dengan banyak. Di dalam al Quran tidak dijelaskan makna banyak tersebut dan tidak ada pun had yang ditetapkan, maka berzikir serbanyak 25 ribu kali tidak dilarang sama sekali.

Soalan dari pengkritik: Siapakah yg mampu mengamalkannya atau bagaimanakah cara mengamalkannya sehingga sebanyak 25 ribu kali ini? Ini menunjukkan kejahilannya dalam bidang tasawwuf dan kesufian. Mungkin dia merasakan dia tidak mampu,namun ramai orang lain yang mampu melakukannya. Kerana ia telah menjadi amalan biasa pada tokoh-tokoh sufi.

Soalan sebelumnya juga menunjukkan ketidakfahamannya cara istinbat dari ayat Al Quran. Apabila tidak dihadkan bilangan banyak, maka sejuta kalipun dibenarkan dan lebih baik. Penetapan 25 ribu adalah panduan yang dibuat oleh ulama yang pakar dalam bidang tasawwuf, bukannya oleh orang jahil. Dan ini berdasarkan kepada keadaan tertentu.

[Tuduhan Kedua]

Dinukilkan juga dari kitab ini berkaitan seseorang yang mampu menyebut “Laa ilaaha illallah” sebanyak 200 kali dalam sekali lafaz. Sejauh manakah kesahihan kisah ini dan sandarannya?

Jawapan:

Ini adalah kisah bapa Syah waliyullah Ad Dahlawi yang bernama Shah Abdur rahim yang wafat pada tahun 1145 h (1722 m), kisah ini diceritakan oleh Shah Waliyullah di dalam Kitabnya Al Qaulul Jamil. Kisah ini menjadi sahih kerana ia diriwayatkan oleh seorang yang soleh iaitu Shah waliyullah Ad Dahlawi di dalam kitanya. Khabar seorang yang adil adalah boleh diterima pakai. Kenapa harus kita reka-reka keraguan yang tidak munasabah.

Apabila telah ada rekod menahan nafas dalam air melbihi 10 minit maka perkara ini adalah tidak mustahil. Seorang manusia mampu menyebut la ilaha illallah sebanyak 60 kali dalam seminit. Ertinya selama lebih kurang tiga minit dia boleh menyebut sebanyak 200 kali.

Kalau kata-kata Albani boleh diterima oleh pengkritik sedangkan ia seorang penulis yang dipertikai oleh ramai ulama lain. Kenapa seorang ulama yang muktabar seperti Shah Waliyullah Ad Dahlawi perlu dipertikaikan. Sepatutnya kata-kata Albani yang perlu diragui kerana ia bukan pakar hadis kerana terlalu ramai ulama yang telah menolak pendapatnya.

Shah Waliyullah ad Dahlawi adalah sanad bagi sunan sittah di benua India. Albani pula dapat sanad dari siapa?

[Tuduhan Ketiga]

Penulis menyebutkan nukilan Syeikh Abu Yazid Qurthubi melalui muka surat ini bahawa “Sesiapa yang membaca “Laa ilaaha illallah” sebanyak 70 ribu kali nescaya ia akan terselamat dari neraka Jahannam.

Sepatutnya, untuk menetapkan fadhilat sebegini ia perlu didatangkan dengan dalil-dalil yang sahih. Tanpa dalil ataupun hadis-hadis yang sahih, mana mungkin kita dapat mengetahui perkhabaran-perkhabaran ghaib seperti ini?

Jawapan:

Ini perlu diperbetulkan kerana ayat sebenar ialah Syeikh Abu Yazid Qurtubi berkata: aku mendengar bahawa barangsiapa membaca ‘la ilaha illah’ sebanyak 70 ribu kali nescaya ia akan terselamat dari neraka Jahannam.

Kata-kata Abu Yazid Qurtubi ‘aku mendengar’ mungkin bermaksud mendengar daripada hadis yang diajarkan kepadanya, dan barangkali dari kata-kata ulama yang juga berasal dari hadis. Ini ihtimal (anggapan) yang sopan terhadap orang soleh.

Perkara tersebut mempunyai dalil yang sahih dan banyak, cuma pengkritik yang tidak menemuinya kerana dihijab oleh niatnya untuk mempertikaikan setiap yang datang dari selain Albani dan Ibnu Taimiah dan kaum yang sebangsa dengan mereka.

Dalilnya ialah:

Pertama:

Firman Allah taala, ertinya:

dan orang-orang lelaki yang berzikir menyebut nama Allah dengan banyak dan perempuan yang berzikir, Allah menyediakan untuk mereka keampunan dan pahala yang besar.” (Al Ahzab, 35)

Firman Allah taala, ertinya:

wahai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, nescaya Allah akan memeperbaiki amalan-amalan kamu dan mengampunkan dosa-dosa kamu..

Kata Ibnu abbas: perkataan yang tepat ialah ucapan ‘la ilaha illallah

Kedua:

Sabda Nabi Muhammad (selawa t dan salam ke atas baginda), ertinya:
tidaklah datang seorang lelaki pada hari kiamat yang mengucapkan ‘la ilah illallah’ kerana mencari wajah Allah, melainkan ia diharamkan daripada api neraka.”
Riwayat Ahmad, Al Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Al Baihaqi dalam kitab Asma was sifat.

Ketiga:

Sabda Nabi Muhammad, selawat dan salam ke atas baginda selama-lamanya, ertinya:
tidaklah berkumpul suatu kaum berzikir kepada Allah, yang mereka tidak mengkehendaki selain wajah Allah, melainkan mereka diseru oleh penyeru dari langit, bagunlah dalam keadaan kamu diampunkan sesungguhnya keburukan kamu telah ditukar menjadi kebaikan.

Hadis riwayat Ahmad, Bazzar, abu Ya’la, dan Tabrani dari Anas bin Malik. Tabrani juga meriwayatkannya dari Sahl bin Hanzaliah. Baihaqi meriwatkannya dari Abdullah bin Mughaffal, seperti dinyatakan dalam Durrul Manthur, Suyuti. Disahihkan oleh Hakim.

Keempat:

Sabda Nabi Muhammad (selawat dan salam ke atas baginda), ertinya:
Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimah yang tidak seorang pun mengucapkannya dengan hati yang ihklas kemudian ia mati dalam keadaan demikian, melainkan dia diharamkan daripada api neraka.

Hadis riwayat Al hakim, dan ia mengatakannya sahih di atas syarat Bukhari dan Muslim. Dan mereka berdua telah meriwayatkan makna hadis ini.

Dalam nas-nas di atas dinyatakan keampunan dan pengharaman dari api neraka tanpa menyebut bilangan zikir. Ertinya zikir yang kurang daripada 70 ribu pun masih berpeluang mendapat keampunan. Maka zikir sebanyak 70 ribu kali lebih-lebih berpeluang mendapat keampunan.

Dalil diatas semuanya sahih, itu menunjukkan kebenaran kata-kata Al Qurtubi.

[Tuduhan Kelima]

Melalui muka surat ini, penulis menukilkan kisah seorang pemuda yang memiliki ilmu “kasyaf.” Untuk memudahkan kefahaman dan rujukan, perkataan “kasyaf” di dalam Kamus Dewan Edisi Keempat (m/s. 683) bermaksud, “Penyingkapan rahsia alam ghaib melalui pandangan mata hati.

Dalam muka surat ini, penulis menyatakan bahawa seorang pemuda melalui ilmu kasyafnya telah mampu mengetahui bahawa ibunya sedang terbakar di dalam neraka jahannam!

Subhanallah, ada manusia yang mampu melihat (atau mengetahui) perkhabaran dari Syurga dan Neraka?!Siapakah yang mampu mensahihkan bahawa apa yang dilihatnya (atau perkhabaran yang diterimanya) tersebut memang Syurga ataupun Neraka???!

Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman (maksudnya):

"Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu bahawa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahawa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: Adakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (Surah al-An'am, 6: 50)

"Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahawa): "Aku memiliki gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak (pula) aku mengatakan: "Bahawa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka." Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim." (Surah Hud, 11: 31)

"Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib, maka Dia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahui-Nya itu kepada sesiapapun; melainkan kepada mana-mana Rasul yang diredhai-Nya (untuk mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan tugasnya). (Surah al-Jin 72:26-27)

Oleh itu sesiapa yang mendakwa dirinya mengetahui ilmu ghaib, dia seorang pendusta. Lebih dari itu dia sebenarnya cuba menjadi sekutu bagi Allah dengan meletakkan dirinya sejajar dengan keilmuan Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Seorang sahabat, Muawiyah B. al-Hakam radhiallahu 'anhu pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam:

Wahai Rasulullah! Ada perkara yang kami lakukan semasa zaman Jahiliyyah (seperti) mengunjungi orang yang mendakwa mengetahui ilmu ghaib.”

Rasulullah saw menjawab: “Janganlah mengunjungi orang yang mendakwa mengetahui ilmu ghaib.” (Hadis Riwayat Muslim, 11/269, no. 4133)

Jawapan:

Kisah pemuda itu disebut oleh Al Qurtubi dan kebenarannya adalah dibawah tanggungjawab beliau. Kita boleh anggap (ihtimalkan) bahawa itu adalah gambaran yang bakal terjadi kepada ibu pemuda tersebut dan bukannya ibunya telah berada di dalam neraka, kerana tidak ada siapa pun yang berada di dalam syurga atau neraka sekarang, melainkan setelah berlaku kiamat.

Mengenai ayat:

"Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu bahawa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahawa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. (terjemahan yang betul ialah: dan aku tidak mengikuti melainkan apa yang diwahyukan kepadaku). Katakanlah: Adakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (Surah al-An'am, 6: 50)

Juga ayat:

"Dan aku (Nuh) tidak mengatakan kepada kamu (bahawa): "Aku memiliki gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib", dan tidak (pula) aku mengatakan: "Bahawa sesungguhnya aku adalah malaikat", dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka." Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim." (Surah Hud, 11: 31)

Dan ayat:

"Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib, maka Dia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahui-Nya itu kepada sesiapapun; melainkan kepada mana-mana Rasul yang diredhai-Nya (untuk mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan tugasnya). (Surah al-Jin 72:26-27)

Ayat ini sepatutnya dimulakan dengan ayat sebelumnya iaitu (terjemahannya): “katakanlah aku tidak mengetahui apakah dekat azab yang dijanjikan kepada kamu, atau tuhanku telah menjadikannya lambat lagi.” Maka ia akan jadi seperti ini:

Katakanlah (wahai Muhammad) aku tidak mengetahui apakah dekat azab yang dijanjikan kepada kamu, atau tuhanku telah menjadikannya lambat lagi. Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib (turunnya azab), maka Dia tidak memberitahu perkara ghaib (turun azab tersebut) yang diketahui-Nya itu kepada sesiapapun; melainkan kepada mana-mana Rasul yang diredhai-Nya (Surah al-Jin 26-27)

Dijawab dengan bahawa perkara ghaib boleh juga diketahui oleh para rasul sekiranya Allah membe-ritahu mereka melalui wahyu. Nas-nas di atas tidak menafikan perkara tersebut.Apabila para nabi boleh mengetahui perkara ghaib setelah mendapat wahyu, maka bukan nabi juga berpeluang dan tidak terhalang daripada mengetahui perkara ghaib tetapi dengan mimpi benar yang dipanggil rukyah salihah di dalam hadis-hadis. Rukyah salihah itu dinyatakan sebagai 1 per empat puluh enam daripada kenabian. Ini berdasarkan riwayat al Bukhari, Muslim, Ahmad, Ibnu Majah dan lain-lain. Hadis Mutawatir.

Dalam riwayat lain dinyatakan sebagai satu per tujuh puluh dari kenabian. (Ahmad, Ibnu Majah,) kata Haithami, perawi sahih.

Dalam riwayat lain dinyatakan sebagai satu perdua puluh lima daripada kenabian. (Ibnu Najjar dari Ibnu Umar.

Erti kenabian ialah satu juzuk daripada ilmu kenabian. Kerana kenabian telah tamat dan yang kekal ialah ilmu kenabian. Rukyah salihah ialah pemberitahuan dan peringatan dari Allah dengan perantaraan malaikat. (Faidul Qadir, 4/48)

Salah satu ilmu kenabiah ialah ilmu ghaib yang disampaikan oleh Allah melalui perantaran wahyu, maka bermakna seorang wali yang mempunyai rukya salihah juga tidak mustahil mendapat berita ghaib.Di dalam hadis riwayat Al Bukhari dinyatakan: sesungguhnya ada dalam kalangan umat sebelum kamu orang diberi ilham. Sekiranya ada di dalam umat aku Umarlah orangnya. (Irsyaduss Sari, 6/456)

Perkataan ‘sekiranya’ bukan untuk ragu-ragu kerana umatnya adalah umat yang terbaik. Apabila telah dalam dalam umat dahulu orang yang seperti itu, maka lebih utama ada dalam umat ini.

Firman Allah taala, ertinya:

dan orang-orang yang bermujahadah pada jalan Kami, sesungguhnya Kami akan tunjuki jalan-jalan Kami.” Ankabut, 69

Kata Assuddi dan lain-lain, ayat ini turun sebelum kewajipan jihad dengan kuffar. Kata Ibnu Atiyyah, jihad dalam ayat ini adalah sebelum jihad memerangi orang kafir, maka ia umum untuk semua jihad dalam agama dan mencari keredaan Allah. (Tafsir Qurtubi, 16/390)

Kata Ibnu Abbas dan Ibrahim bin Adham, ayat ini turun mengenai orang-orang yang beramal dengan apa yang mereka telah mengetahuinya. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad (selawat dan salam ke atas baginda, telah bersabda, ertinya: “sesiapa yang beramal dengan apa yang ia telah ketahui Allah akan mengajarnya apa yang ia belum ketahui.” (Abu Nuaim dari Anas bin Malik)

Ini diperkuatkan ayat 282 surah al Baqarah, ertinya: “bertaqwalah kepada Allah, dan Ia yang mengajar kamu.

Kata al Qurtubi: (4/428) ini adalah janji daripada Allah bahawa sesiapa yang bertaqwa kepada-Nya Ia akan mengajarnya. Iaitu Ia akan memasukkan nur ke dalam hatinya yang dengannya ia akan memahami apa yang disampaikan kepadanya. Dan kadang-kadang Ia menjadikan di dalam hatinya pada mula-mula pemisah antara haq dan batil. Ini dinyatakan oleh firman Allah di dalam ayat 29 Surah al Anfal, ertinya:

dan bertaqwalah kepada Allah nescaya ia akan jadikan pemisah untuk kamu dan Ia hapuskan dosa-dosa kamu dan mengampunkan kamu.”

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad (selawat dan salam ke atas beliau) telah bersabda, ertinya: takutilah firasat seorang mukmin, kerana ia melihat dengan nur Allah.
Riwayat Tarmizi, Hakim Termizi, Tabrani dan lain-lain. Kata haithami isnad Tabrani hasan. (Faidhul Qadir, Syarah Jamius Soghir, 1, 144) tapi muhdith wahabi al Albani telah mendoifkannya.

Ertinya ia melihat dengan mata hatinya yang disinari nur Allah. Kata Ibnu ‘Atoillah: pengetahuan sesetengah wali-wali Allah mengenai perkara ghaib adalah harus dan benar-benar berlaku. Kerana ia melihat dengan nur Allah. Tetapi disyaratkan untukmencapai nur tersbut seseorang itu hendaklah menahan daripada melihat perkara yang diharamkan. (Faidhul Qadir, 1/143)

Sabdanya lagi: takutilah firasat orang mukmin, kerana ia melihat dengan nur Allah dan bertutur dengan taufiq Allah. (Ibnu Jarir dari Thauban)

Mengenai hadis “Janganlah mengunjungi orang yang mendakwa mengetahui ilmu ghaib.” (Hadis Riwayat Muslim, 11/269, no. 4133)

Orang yang dimaksudkan di dalam hadis ialah kahin/kuhhan. Kuhhan adalah orang yang memberitahu perkara akan datang selepas diberitahu oleh jin kemudian mereka mencampur adukkan dengan pembohongan di dalamnya. (Bukhari, Muslim, Ahmad. Mirqah, 8/407) tetapi kihanah (perbuatan kuhhan ini terhenti selepas pengutusan Nabi Muhammad (selawat dan salam ke atas baginda) (Mulla Ali al Qari, Mirqah, 8/406)

Hadis ini tidak ada kena mengena dengan orang yang mempunyai kasyaf. Kerana kasyaf melihat dengan nur Allah, rukya salihah dan hidayat dari Allah bertutur dengan taufiq Allah. Perbezaan kahin dengan kasyif adalah seperti langit dan bumi.

Jadi kesimpulannya manusia selain nabi tidak mustahil mendapat berita ghaib sekiranya ia mendapat rukya salihah dan bermujadah di dalam membantu agama Allah.Pengkritik mempertikaikan, Siapakah yang mampu mensahihkan bahawa apa yang dilihatnya (atau perkhabaran yang diterimanya) tersebut memang Syurga ataupun Neraka???!

Dijawab siapakah yang boleh mensahihkan bahawa kasyaf itu adalah palsu. Perkara ini sepatutnya diserahkan kepada Abu Yazid al Qurtubi kerana dia yang meriwayatkannya. Dan kerana ia seorang yang soleh maka kabarnya boleh diterima. Kesahihan kasyaf pula tidak seorang ulama pun yang mengatakan ianya betul seratus peratus. Maulana Zakariya sendiri telah menyatakan bahawa kasyaf bukanya perkara penting dalam tasawwuf.

Saya hanya ingin tekankan bahawa kasyaf tidak mustahil dalam syarak.

Pengkritik berkata : Oleh itu sesiapa yang mendakwa dirinya mengetahui ilmu ghaib, dia seorang pendusta. Lebih dari itu dia sebenarnya cuba menjadi sekutu bagi Allah dengan meletakkan dirinya sejajar dengan keilmuan Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Ini adalah tuduhan dari pengkritik sebagai kesimpulan daripada ayat-ayat Al Quran tersebut. Apabila ternyata bahawa berita ghaib juga boleh dicapai melalui rukya salihah dan firasat maka tuduhan ini menjadi tanda biadapnya pengkritik kepada ulama-ulama dahulu. Apakah para nabi menjadi sekutu bagi Allah sebab mereka juga mengetahui ilmu ghaib melalui perantaraan wahyu?

[Tuduhan Kelima]

Pada muka surat ini penulis menukilkan bahawa dengan bacaan/wirid “Laa ilaaha illallah” sebanyak 70 ribu kali yang dihadiahkan kepada orang yang sedang terbakar dalam Neraka telah menyelamatkan orang tersebut.

Lalu dengan kisah ini, dinukilkan pula pembenaran fadhilat amalan wirid dengan nisab 70 ribu kali tersebut.

Lalu kemudian penulis membenarkan fadhilat amalan tersebut sambil menegaskan adanya teknik untuk melatihkan setiap tarikan dan hembusan nafas tidak berlaku melainkan padanya disertai dengan zikrullah. Kata penulis, “Ratusan juta manusia di kalangan umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah melatihkan diri dengan amalan tersebut.”

Persoalan seterusnya, adakah ia termasuk teknik yang dianjurkan atau ditunjukkan oleh as-Sunnah dalam mengamalkan zikrullah?!

Sampai begitu sekali...

Jawapan:

Perkara ini telah dijawab dahulu berkenaan dengan zikir yang banyak.

[Tuduhan Keenam]

Pada halaman ini, penulis (Maulana Zakariya al-Kandahlawi) menyebutkan pula tentang ilmu Kasyaf yang dimiliki oleh Syeikh Abdul Aziz Dabbagh mampu membezakan di antara ayat al-Qur'an, hadis qudsi, hadis nabawi, dan hadis palsu!

Nampaknya kehebatan yg dimiliki oleh beliau ini (Syeikh Abdul Aziz Dabbagh) melangkaui keilmuan para muhadditsin dan methode ahli hadits!Kerana mampu memilih hadis-hadis dan menilik perkataan manusia hanya dgn kasyaf (penyingkapan ghaib)...

Perkara ini telah dijawab dahulu berkenaan dengan kasyaf.

[Tuduhan Ketujuh]

Halaman ini menunjukkan nukilan penulis terhadap kisah-kisah "kasyaf" ahli sufi sehingga mampu mendengar tasbihnya para haiwan dan makhluk2 lainnya. Serta mampu melihat dosa-dosa berguguran dari air wudhu' seseorang, malah mampu menilainya sama ada dosa kecil atau besar.Perkara ini telah dijawab dahulu berkenaan dengan kasyaf.

[Tuduhan Kelapan]

Melalui nukilan ini, sekali lagi penulis membawakan kisah-kisah kasyaf dan pelik yang menyanggahi sunnah dan fitrah manusia normal.Melalui kitab ini, penulis telah menukilkan kuasa kasyaf seseorang mampu merungkai dan melihat kenajisan air mustakmal semudah itu? Sedangkan melalui kaedah atau methodhodlogi fiqh yg betul, perbahasan tentang air mustakmal ini membawa kpd hukum suci.

Seterusnya, penulis sekali lagi membawakan kisah yg jauh lebih pelik. Juga kisah yang menyanggahi sunnah dan fitrah, bahkan bertentangan dengan tabi'at seorang manusia normal, bahkan para nabi sekalipun. Iaitu seseorang yang penulis katakan tidak dapat buang air dan beristinja' walau di mana pun jua kerana beliau melihat (secara kasyaf) pada setiap tempat wujudnya nur ilahi.Bukankah ini suatu bentuk penghinaan kepada Allah? Adakah sehingga dalam tandas pun memiliki nur ketuhanan?Tidakkah pernah kita membaca dan belajar dari sunnah tentang adab-adab buang air dan adab-adab istinja'?

Jawapan:

Perkara ini telah dijawab dahulu berkenaan dengan kasyaf.

Satu perkara yang perlu diperingatkan bahawa Maulana Zakariyya hanya menukil sahaja daripada kitab-kitab lain kisah-kisah mengenai kasyaf tersebut. Jadi pengkritik sepatutnya menuju kritikan tersebut langsung kepada pengarang kitab asal bukan kepada Maulana Zakariyya.

Maulana Zakariya dan juga ulama-ulama pengarang kitab yang berkenaaan dengan kasyaf adalah golongan yang menerima dan mempercayai kasyaf. Dan perkara ini telah saya jelaskan. Jadi sesiapa yang tidak menerima dan tidak percaya kepada kasyaf itu terserah kepada mereka. Mereka juga tidak boleh memaksa orang lain menerima pendapat mereka.

[Tuduhan Kesembilan]

Contoh hadis dhaif yang digunakan berhujjah oleh penulis (Maulana Zakariya).Juga turut dibacakan sebahagian besar pendukung jama'ah Tabligh di masjid-masjid dan surau-surau seluruh negara pada hari ini.

Ketika Adam telah berbuat dosa, ia pun mengangkat kepalanya ke atas langit kemudian berdoa, “Aku meminta kepada-Mu berkat wasilah Muhammad, ampunilah dosaku.” Maka Allah berfirman kepadanya: “Siapakah Muhammad (yang engkau maksud)?” Maka Adam menjawab, “Maha berkah nama-Mu ketika engkau menciptakan aku, akupun mengangkat kepalaku melihat 'Arsy-Mu, dan ternyata di situ tertulis: Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah. Maka akupun mengetahui bahwa tidak seorang pun yang lebih agung kedudukannya di sisi-Mu dari orang yang telah engkau jadikan namanya bersama dengan nama-Mu.” Maka Allah berfirman kepadanya: “Wahai Adam, sesungguhnya dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu, kalaulah bukan karena dia, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu.” (Fadhilat ziikir, 154)

Penulis (al-Kandahlawi) menyatakan: “Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam ash-Shaghir, al-Hakim, Abu Nu’aim, al-Baihaqi yang keduanya dalam kitab Ad-Dala`il, Ibnu ‘Asakir dalam Ad-Durr, dan dalam Majma’ az-Zawa`id (disebutkan): Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath dan ash-Shaghir, dan dalam (sanad)-nya ada yang tidak aku kenal. Aku berkata: Dan dikuatkan yang lainnya berupa hadits yang masyhur: “Kalau bukan karena engkau, aku tidak menciptakan jagad raya ini”, al-Qari berkata dalam al-Maudhu’at: “Hadits ini palsu.” (Rujuk matan arab yg tidak diterjemahkan oleh penerbit)

Penulis sendiri telah menyebutkan bahawa hadis ini bermasalah. Tetapi kebanyakan pengikut jama'ah tabligh yang menyampaikan atau membacakan hadis ini jarang sekali mempedulikannya. Mungkin kerana penjelasan tentang kelemahan hadis ini tidak diterjemahkan sekali.Ia dibaca dan disampaikan sebagaimana hadis-hadis sahih kebiasaannya,tanpa menitik-beratkan methodologi dan disiplin menyampaikan riwayat/hadis dhaif.

Disiplin dalam menyampaikan sesuatu hadis yang tidak sahih, ia perlu dijelaskan sekali dengan kelemahan (kedhaifan) hadis tersebut. Supaya orang ramai tidak akan menganggap hadis yang sedang disampaikan tersebut adalah sahih dan pasti datangnya dari Nabi Saw. W/A.

Ini adalah di antara contoh nukilan hadis maudhu' dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Muhammad Zakariya al-Kandahlawi.Oleh itu berhati-hatilah dalam menyampaikan hadis. Jangan menyandarkan apa yang tidak pasti kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Apatah lagi jelas ianya lemah atau palsu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

Cukuplah seseorang dianggap pendusta ketika dia menceritakan (menyebarkan) setiap apa yang dia dengar.” (Hadis Riwayat Muslim, Mukaqaddimah Shahih Muslim,

Jawapan:

Sebenarnya pengkritik telah melakukan kesalahan/kesilapan dalam terjemahannya. Terjemahan tepatnya adalah seperti di bawah:

“Aku (Maulana Zakariyya) berkata: bahagaian akhir hadis ini diperkuat oleh sebuah hadis masyhur : “Kalau bukan karena engkau, aku tidak menciptakan jagat raya ini”, al-Qari berkata dalam al-Maudhu’at: “Hadits ini palsu.”

Selepas itu Maulana zakariyya meneruskan kata-kata yang tidak dinyatakan oleh pengkritik, iaitu: “tetapi makna hadis ini sahih, dan dalam kitab At Tasyarruf maknanya tsabit.

Bahagian pertama hadis ini diperkuatkan oleh riwayat yang banyak bahawa: ditulis di Arasy dan daun-daun syurga: la ilaha illallah taala Muhammadur Rasulullah, seperti yang dibentangkan tariq-tariq hadis ini oleh As Suyuti dalam kitab Manaqib Al laie pada banyak tempat, dan ia (Suyuti) juga membentangkan banyak syahid (penyokong) hadis ini dalam kitab tafsirnya pada surah Alam Nasyrah. “ (intaha kalam Maulana Zakariyya)

Bahagian akhirnya ialah: “kalaulah bukan karena dia, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu.” Bahagian pertama ialah: “akupun mengangkat kepalaku melihat 'Arsy-Mu, dan ternyata di situ tertulis: Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah.” (Fadhilat zikir, 155, hadis no 28)

Macam mana nak pertikai Maulana Zakariyya,baca matan Arab pun salah.Pengkritik nampaknya keliru kalimah Al akhar denghan al Akhir.Kalimah Al Hadis Al Masyhur ialah fail bagi fiil ‘yuaiiyidu’. Kalimah al akhira adalah maful bih.Terjemahan ‘berupa’ tu pengkritik ambil dari mana?Lepas ini elok pengkritik sambung belajar lagi, jangan buang masa nak kritik orang yang lebih alim daripada pengkritik,dan jangan buang masa buat dosa mencaci orang-orang soleh.

Sebenarnya al Hakim berkata bahawa hadis ini sahih isnad. Hadis no 4224. (Syifaul Saqam, Subki, 358.) Perawi-perawi yang tidak diketahui oleh al Haithami pengarang kitab Zawaid ialah yang di dalam riwayat Tabrani, bukan dalam riwayat al Hakim.

Hadis yang dikata palsu oleh Mulla Ali Qari ialah hadis: “Kalau bukan kerana engkau, aku tidak menciptakan jagat raya ini”, bukannya hadis riwayat Hakim ini.

Kata pengkritik: Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa, 254-255 menyebutkan di dalamnya (riwayat Halim dan lain-lain) ada perawi 'Abdurrahman B. Zaid B. Aslam yg banyak meriwayatkan hadis-hadith palsu. 'Abdurrahman ini lemah menurut kesepakatan ulama hadis dan sering sekali salah. al-Albani rahimahullah mengatakan hadis tersebut maudhu' dalam kitab at-Tawassul, m/s. 105-106

Namun kata Subki: Abdurrahman bin Zaid bin Aslam tidak doif seperti yang didakwa oleh Ibnu Taimiyah. (361). Kata Imam Al Mizzi di dalam Tahzibul Kamal (4/404): Ahmad telah mendaifkannya sedikit. Dan Ibnu Abi Hatim mengatakan ia tidak kuat di dalam hadis. Ia seorang yang baik tetapi lemah dalam hadis. Kata Ibnu Adi di dalam Al Kamil: (4/1585): dia antara orang yang boleh diteima oleh manusia dan dia dianggap benar oleh sebahgaian manusia. Dari itu bermakna Abdurrahman ini bukan perawi yang ditinggalkan.(matruk)

Ini menunjukkan bahawa tidak ada kesepakatan di atas kelemahannya.Al Hakim juga meriwayatkan hadis lain yang hampir sama dengan hadis ini yang menjadi penyokong kedua-kedua bahagian hadis tadi . Ertinya:

Allah telah mewahyukan kepada Nabi Isa (alaihissalam), wahai Isa berimanlah dengan Muhammad, dan suruhlah umatmu yang menemuinya supaya beriman dengannya. Jika tidak kerana Muhammad tidaklah aku menciptakan Adam, jika tidak kerana Muhammad tidaklah aku ciptakan syurga dan neraka. Sesungguhnya aku telah menciptakan Arasy di atas air lalu ia bergoncang, maka aku tuliskan ‘LA ILAHA ILLALLAH, maka ia tenang.Kata Al Hakim: hadis ini hasan sahih isnad, tetapi Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.(Imam As Subki, Syifaul Saqam, 360)

Kesimpulannya hadis Hakim di atas bukan hadis maudhu’ (palsu) kerana Hakim salah seorang perawinya mengatakannya sahih. Dan sekiranya ia lemah berdasarkan pandangan Ibnu Taimiya, ia masih mepunyai penyokong/syahid yang juga menyebabkab hadis ini tidak boleh dihukum maudhu’.